Tradisi Parrawana

Suku Mandar memiliki banyak tradisi unik, salah satunya adalah kegemaran mereka memainkan alat musik Rebana. Kebiasaan inilah yang dinamakan marrawana/parrawana yang artinya bermain rebana. Alat musik pukul atau mebraphon dalam bahasa Mandar disbut rebana. Rawana adalah gabungan antara budaya Mandar dan budaya Arab, pemain musik ini disebut parrawana. 

Kegiatan ini dilakukan setiap ada acara pesta perkawinan, khataman Al-Qur'an, karnaval daerah dan kegiatan-kegiatan lainnya, ada juga yang mengadakan lomba untuk parrawana ini. Parrawana inilah yang erat kaitannya dengan sayyang pattu'du dimana sang kuda dapat menari dengan mendengar iringan suara rebana yang begitu apik saat dimainkan. Pada pernikahan biasanya parrawana ini dimainkan pada malam hari dirumah mempelai laki-laki tapi dan pada saat pagi harinya saat akan berangkat ke rumah mempelai perempuan, musik parrawana ini akan terus dibunyikan sampai di rumah mempelai perempuan. Parrawana ini bisa dikatakan wajib bagi setiap kegiatan khataman Al-Qur'an dan pada acara pernikahan.

Menurut saya tradisi ini harus dilestarikan karena selain sabagai sarana hiburan bagi masyarakat, juga sebagai idntitas kita sebagai suku Mandar. Yang harus diwariskan kepada anak cucu suku Mandar. 


Menurut saya Agama dan budaya ini harus saling berdampingan agar dalam pelaksanaan suatu kebudayaan itu disertai dengan pehamaman keagamaan supaya tidak menangarah pada hal-hal yang berbau musyrik

Komentar